Demonstrasi Mahasiswa Universitas Trisakti Terus Berlanjut, Kamis 29 Oktober 2026 – Demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti kembali menjadi perhatian publik pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sejumlah mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi pemerintahan dan berbagai persoalan nasional. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Dengan membawa atribut demonstrasi dan bendera tuntutan, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa suara generasi muda masih menjadi bagian penting dalam mengawal kebijakan negara.

Mahasiswa Bergerak Menuju Kawasan Patung Kuda

Sebelum mencapai lokasi demonstrasi, rombongan mahasiswa Universitas Trisakti bergerak dari kawasan Kebon Sirih menuju pusat aksi. Mereka menggunakan berbagai kendaraan, mulai dari sepeda motor, angkutan kota, hingga bus. Kedatangan massa membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat mengalami kepadatan. Aparat kepolisian juga terlihat bersiaga untuk mengamankan jalannya kegiatan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib.

Tritura Menjadi Dasar Utama Aksi Mahasiswa

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama yang di kenal sebagai Tri Tuntutan Rakyat atau Tritura. Ketiga tuntutan tersebut menjadi dasar penyampaian aspirasi kepada pemerintah. Mahasiswa menilai berbagai persoalan nasional membutuhkan perhatian serius dan penyelesaian nyata. Mereka juga menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memiliki peran dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Tuntutan Pertama Memulihkan Berbagai Sektor Nasional

Tuntutan pertama yang di sampaikan mahasiswa adalah pemulihan kondisi nasional, khususnya sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan. Menurut mahasiswa, berbagai sektor tersebut memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Persoalan ekonomi, kerusakan lingkungan, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan membutuhkan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat. Karena itu, pemerintah di dorong untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, bukan hanya memberikan pernyataan tanpa tindakan nyata.

Mahasiswa Soroti Inkompetensi dan Rangkap Jabatan Pejabat

Tuntutan kedua berkaitan dengan pemberantasan inkompetensi serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik. Mahasiswa menginginkan setiap posisi pemerintahan diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan tanggung jawab sesuai bidangnya. Mereka juga mempertanyakan praktik rangkap jabatan yang diĀ  nilai berpotensi menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan tugas publik. Melalui tuntutan ini, mahasiswa mendorong terciptanya pemerintahan yang profesional, transparan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Penegakan Supremasi Sipil Menjadi Tuntutan Ketiga

Selain persoalan ekonomi dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa Universitas Trisakti juga menyuarakan pentingnya penegakan supremasi sipil. Tuntutan tersebut menekankan bahwa kehidupan bernegara harus berjalan berdasarkan prinsip demokrasi dan hukum. Mahasiswa berharap kewenangan sipil tetap menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bagi mereka, perlindungan hak masyarakat serta kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat.

Staf Khusus Mensesneg Menemui Mahasiswa

Di tengah berlangsungnya demonstrasi, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi, menemui mahasiswa di lokasi aksi. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi demonstran untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada perwakilan pemerintah. Dalam dialog itu, Binbin menyampaikan komitmen untuk mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan serta perhatian terhadap masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat dampak karhutla. Ia juga berjanji mendorong pengobatan gratis bagi warga terdampak.

Demonstrasi Berakhir Setelah Mahasiswa Menyampaikan Aspirasi

Setelah melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan, massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri pada Kamis malam. Sebelum meninggalkan lokasi, sejumlah peserta aksi menunaikan salat Magrib berjemaah dan melakukan doa bersama. Mahasiswa juga sempat menyalakan flare sebagai bagian dari rangkaian akhir demonstrasi. Berdasarkan laporan di lapangan, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB sehingga aktivitas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan dapat kembali berangsur normal.

Respons Pemerintah Menjadi Perhatian Berikutnya

Berakhirnya demonstrasi bukan berarti seluruh persoalan yang di sampaikan mahasiswa telah selesai. Masyarakat kini menantikan tindak lanjut pemerintah terhadap tiga tuntutan yang di bawa dalam aksi tersebut. Komitmen yang di sampaikan perwakilan pemerintah di harapkan tidak berhenti pada pertemuan singkat. Mahasiswa tentu membutuhkan perkembangan yang jelas mengenai langkah penyelesaian berbagai persoalan, terutama terkait lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan.

Demonstrasi Universitas Trisakti 29 Oktober 2026

Demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti pada 29 Oktober 2026 menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi mengenai kondisi nasional. Melalui Tritura, mahasiswa menyoroti pemulihan berbagai sektor, pemberantasan inkompetensi pejabat, serta penegakan supremasi sipil. Pertemuan dengan perwakilan pemerintah menjadi bagian dari proses komunikasi antara masyarakat dan pemegang kebijakan. Ke depan, tindak lanjut terhadap tuntutan tersebut akan menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik dan kualitas demokrasi di Indonesia.